Sudah lama berselang kumembalik lembar usang yang masih tampak sempurna untukku. Tapi, sekarang ini hanya sebuah kertas yang tak pasti. Lama kuterfikir, apa kertas ini masih berharga? Sampai waktu yang kulalui hingga saat ini, seusang apapun kertas ini, masih terlihat berharga. Berasa kertas ini telah jadi salah satu keberhargaan diri dari si grantor's signature. Lama kuberkutat dan akhirnya tersimpan kembali dalam sebuah box yang penuh dengan kertas-kertas kecil. Banyak moment yang terkisahkan dalam setiap kertas kecil yang memenuhi box. Sepanjang waktu berlalu, tak ada penambahan atau pengurangan. Masih tetap sama. Hari-hari yang dilalui bersama kecil-kecil itu terasa mengasyikkan dengan sekantong pertanyaan tiap harinya. Ketika sedetik berubah menjadi rasa setahun. Itulah yang terasakan dalam kantong ini. Menyibuk diri dan tak sama. Tak sama yang berarti berbeda. Berbeda yang tak serupa. Rumit kan? Tapi, jika ditelusuri, perbedaan itu seperti arteri dan vena. Setipe pembuluh d...
Langit semakin kelam saat roda berputar menarik waktu. Tertarik untuk tak terjulur lagi. Semua akan menghilang dengan waktu itu. Tapi, akankah semuanya hilang? Bagaimana jika ada yang masih tertinggal dan tersimpan? Meski waktu itu berlalu, detik, menit, jam, bulan, bahkan tahun yang terlampaui, ada satu hal yang tak kumengerti tentang ini. Hal yang masih saja tersimpan meski aku tak tahu akan bernasib apakah sesuatu ini yang telah begitu lama terarsip. Meski waktu memudar, tapi ingatanku masih tajam. Meski waktu kehilangan batas, aku masih menyimpan semua bahkan tanpa batas apapun. Bagaimana merasakannya. Bagaimana pertama kalinya ini dimulai. Bagaimana aku mulai memainkan hati sendiri. Bagaimana aku beteka-teki sendiri. Bagaimana aku berdiskusi sendiri tanpa ada jawaban pasti. Hanya dugaan atau bahkan sebuah harapan? Yang pasti, kini semakin tak jelas. Meski masih tersimpan, semua menjadi tak jelas. Haruskah kuyakinkan diriku lagi? Atau berputus asa. Sejarak benang membentang, semua...